Perbekel

I Ketut Sujana

Sejarah Tirtha Sudha Mala Centeng

  • 12 Juli 2018
  • Dibaca: 270 Pengunjung
Sejarah Tirtha Sudha Mala Centeng

SEJARAH TIRTHA SUDAMALA “CENTENG”  

Sejarah Adanya Tirta Sudamala ini memiliki kaitan dengan kedatangan Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rauh), dahulu ketika beliau datang ke Pulau Bali sekitar tahun 1550.Saat beliau berada Di Pura Tampak Siring yang terletak di Kabupaten Gianyar, Beliau mendengar berita bahwa masyarakat Desa Tegak, Desa Gembalan dan Desa Payungan di Kabupaten Klungkungterkena serangan wabah penyakity berupa bermacam-macam penyakit kulit seperti Cacar Air, Kusta, Korengan dan Penyakit Kulit lainnya.

Mendengar berita seperti itu maka beliau datang ke Desa Tegak, melihat kondisi masyarakat yang sangan menyedihkan itu beliau sangat prihatin dan untuk membantu menanggulangi bencana  wabah penyakit tersebut maka beliau mencari upaya dan akhirnya sampailah beliau di suatu tempat dan disana beliau menancapkan tongkat saktinya dan ketika tongkat sakti yang ditancapkan tersebut di cabut maka serta merta muncul air dari dalam tranah yang kemudian disebut dengan Kelebutan.yang keluar melalui lubang bekas tancapan tongkat tersebut.

Disebelah Kelebutan tersebut terdapat batu besar yang kemudian diikat menggunakan Daun Katang-katang, daun khas yang ada di Desa Tegak. Beliau menggunakan daun tersebut untuk memindahkan Batu Besar tersebut untuk melindungi sumber mata air tersebut agar tetap jernih dan suci serta tidak terkontaminasi oleh air sungai yang mengalir dibawahnya padahal air sungai tersebut juga sangat jernih dan mengalir dengan tenang. Masyarakat Desa Tegak menyebut Batu tersebut dengan nama “Batu Jaran”

Setelah kejadian tersebut masyarakat Desa Tegak dan sekitarnya mulai menggunakan air dari sumber mata air itu dan ternyata penyakit yang di derita oleh masyarakat berangsur – angsur mulai sembuh. Akhirnya tempat ini di beri nama “Tirta Sudamala”, yang berasal dari 2 kata yaitu Tirta yang artinya Air Suci atau Air Amertha yang berasal dari dalam Bumi dan Sudamala yang artinya Pengeleburan Mala atau sifat buruk pada manusia agar bisa kembali membentuk Sudhayang merupakan sikap bijaksana dan baik pada manusia.

Hingga kini masyarakat Desa Tegak dan sekitarnya masih mempercayai dan yakin akan keajaiban Tirta Sudamala ini dan dalam keseharian masyarakat di sekitar  wilayah ini masih sering mengambil air suci tersebut untuk keperluan sehari-hari dan ketika bertujuan untuk melukat ataupun mengobati penyakit maka masyarakat membawa canang sari dan uang kepeng untuk menebus penyakit yang di derita dan juga untuk menghormati jasa Dang Hyang Nirartha sebagai ucapan Terima kasih. Di tempat ini pula ketika hari Piodalan di Pura Puseh Desa Tegak pada hari Kamis sehari setelah Perayaan Hari Raya Galungan Masyarakat Desa Tegak melakukan Upacara Pesucian Ida Bhatara yang berstana di Pura Puseh. (Posted By : Tim websit Desa Tegak)

  • 12 Juli 2018
  • Dibaca: 270 Pengunjung

Potensi Terkait Lainnya

Cari Potensi