Optimalkan Pelajar Cerdas Berinternet Melalui API

  • 09 Oktober 2016
  • Dibaca: 173 Pengunjung
Optimalkan Pelajar Cerdas Berinternet Melalui API

Era globalisasi saat ini tak terlepas dari kemajuan teknologi yang pesat, salah satunya internet. Tak perlu waktu yang lama, internet mampu menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan internet memiliki banyak keunggulan. Internet dapat menghubungkan orang-orang dari seluruh dunia dan mempermudah akses penyampaian informasi. Pengguna internet di Indonesia pun sangat melimpah, bahkan 87 persennya berasal dari kalangan remaja atau pelajar.

          Pada dasarnya, internet dapat digunakan secara positif oleh pelajar yaitu sebagai sarana pendukung proses pembelajaran. Mulai dari menambah wawasan dan pengetahuan-pengetahuan baru terkait pelajaran di sekolah, pembahasan soal-soal, referensi materi, dan juga mencari contoh-contoh karya ilmiah. Tak hanya itu, internet juga sangat diperlukan untuk kegiatan penting seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

          Ironisnya, kebanyakan pelajar justru berbuat sebaliknya, yaitu menggunakan internet ke arah yang negatif. Pada saat pelajar mulai mengenal internet, waktu luangnya tidak digunakan untuk hal-hal yang penting atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan maupun pengetahuan. Tetapi waktu luang tersebut justru digunakan untuk melihat situs-situs yang mudah didapatnya. Contohnya: melihat situs-situs pornografi atau situs yang dilarang oleh ajaran agama dan juga situs yang tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat ataupun para pelajar.

          Selain itu, para pelajar juga lupa waktu karena kesibukannya dijejaring sosial yang disuguhkan oleh internet. Jejaring sosial yang awal mulanya bertujuan untuk membantu bersosialisasi dengan orang lain justru menjadi pemecah dalam lingkungan sosial. Di zaman yang sudah modern ini pelajar pun sudah pandai dalam menggunakan ataupun berinteraksi dengan menggunakan jejaring sosial. Akibatnya adalah pelajar yang telah menggunakan jejaring sosial akan terlihat jauh atau menjauh dari teman-teman yang ada di lingkungan sosialnya karena cenderung berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan teman dunia mayanya.

          Tak hanya itu, saat ini banyak terjadi kasus memilukan akibat “ketidakcerdasan” dalam berinternet yaitu kejahatan dalam dunia internet. Tak sedikit pelajar menjadi korban ataupun pelaku dari cyber crime itu sendiri. Kasus yang paling marak terjadi di kalangan pelajar yaitu cyber bullying. KasusAmanda Todd (15 tahun) merupakan contoh paling menyedihkan tentang remaja yang menjadi korbanbullying di dunia internet.

Dalam internet terdapat banyak informasi-informasi bersifat provokasi yang memojokkan salah satu suku, budaya, maupun agama tersebar bebas dan bisa diakses oleh siapapun, baik dalam jejaring sosial maupun tidak sengaja menemukannya di mesin pencarian seperti google. Di samping itu, budaya-budaya asing yang tidak sesuai dan bertentangan juga tersebar secara bebas dan bisa diakses oleh siapapun. Tentunya, hal ini sangat berbahaya, apalagi bagi para pengguna internet yang masih di bawah umur. Tak sedikit diberitakan di berbagai media massa, remaja hilang dan penculikan yang disebabkan oleh bebasnya interaksi dalam situs-situs jejaring sosial.

          Untuk itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya cerdas dalam berinternet. Pengertian cerdas berinternet bukan saja bermakna piawai ataupun mahir dalam mengoperasikan dan memanfaatkan media internet, tetapi juga cerdas dalam memilih dan memilah infomasi yang dibaca dan yang akan dipublikasikan.

          Dalam hal mahir memilih informasi, cerdas berinternet berarti pengguna mampu dalam hal memilih situs, portal berita, blog, halaman, dan link yang terpercaya, positif, dan tidak menyesatkan. Tak hanya itu, pengguna juga harus mampu berpikir seperti wartawan yaitu skeptis, tidak mudah percaya, kritis, dan tidak sembarang membagikan informasi yang ada tanpa mengetahui kebenarannya.

Sejalan dengan hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki sebuah program prioritas yakni Agen Perubahan Informatika (API). Program ini sangat tepat untuk mengoptimalkan cerdas berinternet di kalangan pelajar dan membangun kesadaran pelajar bahwa hal ini merupakan hal yang penting karena penerapan program API ini akan melibatkan pelajar di Indonesia secara aktif.

API akan menjadi penggerak revolusi mental di bidang informatika yang mampu menggunakan dan memanfaatkan TIK dan internet secara Cerdas, Kreatif, dan juga Produktif (INCAKAP). Tak hanya itu, API juga berperan dalam mempromosikan, menularkan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat di bidang informatika.

Pelajar dapat berperan menyukseskan program API dengan turut mempraktekkan pemanfaatan internet secara Cerdas, Kreatif, dan Produktif (INCAKAP). Dengan begitu, pelajar otomatis akan menjadi cerdas juga dalam berinternet dan bisa memanfaatkan internet secara INCAKAP sehingga bisa terhindar dari dampak-dampak negatif pemanfaatan internet.

Dengan mengoptimalkan cerdas berinternet di kalangan pelajar, maka pelajar akan mampu bersikap dewasa dalam menyikapi kemajuan internet yang menjadi keharusan dan kebutuhan pelajar saat ini. Lebih-lebih, pelajar dapat memanfaatkan dan menggunakan kemajuan internet untuk meningkatkan motivasi belajar dalam meraih cita-cita masa depan. Dengan demikian, program API ini sukses mengantarkan pelajar menjadi generasi yang mampu menggunakan internet secara INCAKAP.

  • 09 Oktober 2016
  • Dibaca: 173 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel